TUJUH PULUH DUA

839 Words

Ponsel Claude terus saja berbunyi saat ia dan Sky tengah menikmati makan malam mereka yang entah mengapa terasa hambar malam itu. “Enggak diangkat?” tanya Sky pada pemuda itu. Claude menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Ia tahu siapa yang menghubunginya. “Kenapa?” “Makan aja,” jawab Claude dengan senyum yang ia paksakan. Sky meletakan makanannya ke atas pangkuannya. Ia sudah tak bernafsu untuk melanjutkan aktifitas mengisi perutnya itu. “Lo kenapa?” tanya Sky. Nada bicaranya terdengar sangat lirih di telinga Claude. “Enggak. Gue enggak kenapa-kenapa, kok.” Lagi. Claude memaksakan senyumnya. “Gue sayang sama lo.” Sky memberanikan dirinya untuk mengatakan hal itu. “I know.” Claude menghembuskan napasnya kasar. “Gue juga sayang sama lo. Banget.” “—makanya gue ….” “Kenapa lo kayak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD