Bagian 30

2017 Words

"Apa yang terjadi?" seru Bayu yang panik. Dia yang semula bekerja di depan itu sama sekali tidak tau kalau Mutia baru saja hampir kecelakaan. Tetapi, jelas kalau ekspresinya sama sekali tidak senang ketika dia melihat Mutia yang membantu Saka berjalan. "Yang sakit itu kan tanganku, kenapa aku perlu dibantu berjalan?" tanya Saka dengan sebuah kekehan kecil. Akan tetapi, Mutia jelas tidak menerima penolakan dari pria tersebut. Bahkan, kini dia memajukan bibirnya untuk menunjukkan kalau ucapan tersebut membuatnya sedih. "Baiklah, baiklah. Terserah kamu mau melakukan apa," lanjut Saka yang masih terkekeh. "Apa kamu yakin itu tidak apa? Bagaimana kalau lukanya justru membekas?" Nada khawatir dapat terdengar jelas dari ucapan Mutia, bahkan sampai wanita tersebut sama sekali tidak menyadari k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD