Bagian 31

2127 Words

Selama beberapa saat akhirnya Mutia dan juga Saka makan dalam diam, tidak ada dari mereka yang mengatakan apa-apa. Sesekali Mutia melirik ke arah Saka, seperti memperhatikan reaksi dari pria tersebut ketika memakan makanan yang sudah ada di hadapan mereka. Ketika melihat senyuman yang menunjukkan dia merasa puas, Mutia juga merasakan hal yang sama. Bahkan, dengan sendirinya dia menghela napas panjang yang tidak terdengar oleh Saka. Dan tanpa mereka sadari, ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka berdua. “Ah, kalau boleh tau, apa tempat ini memiliki makna sesuatu untukmu?” tanya Saka tiba-tiba, berhasil membuat Mutia mendongakkan kepala dengan pipi yang penuh dengan makanan. “Bermakna bagaimana?” sahut Mutia ketika dia sudah menelan makanan yang semula ada di dalam mulutnya itu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD