Selena bergegas kembali ke kamarnya dengan perasaan berapi-api. Namun, ia hanya bisa menahan rasa kesal dengan berjalan hilir mudik di kamarnya. ‘Apaan sih? Siapa perempuan itu? Kenapa ngobrolnya mesra banget gitu?’ pekik Selena dalam hati seraya menggigit-gigit kuku jarinya, salah satu kebiasaan Selena yang sering ia lakukan saat sedang panik bersamaan memikirkan sesuatu yang sungguh mengganggunya. ‘Lagian, kenapa gue mesti marah begini? Harusnya langsung gue semprot aja itu perempuan! Berani-beraninya dia telepon laki orang dan ngobrol mesra-mesraan begitu! Ya, benar! Walau bagaimanapun gue ini istri sahnya Azham!’ pekik Selena akhirnya bergegas membuka pintu kamarnya untuk menemui Azham. Bertepatan Azham pun keluar dari kamarnya dan menatap Selena yang menuruni tangga dengan entakkan

