POV Marissa dan Satya saat di kediaman Satya. Satya masih saja tertawa hingga berguling dilantai yang dilapisi karpet bulu, Septian yang baru saja keluar dari kamar dan melihat pemandangan didepannya hanya dapat bergumam. "Ck, punya kakak satu prikk bangat dah." bocah laki-laki itu berlalu melewati Satya dan dengan sengaja menginjak kaki sang kakak yang menghalangi jalannya. "Akhhh," tawa Satya diganti dengan jeritan kala kakinya diinjak dengan tidak berperasaan. "Septian! Bocah sembleng!" umpatnya kala melihat adik kesetanannya itu berjalan lenggak-lenggok dan memukul pantatnya sebagai bentuk ejekan pada Satya. "Sakit banget, hu hu hu." gumamnya dengan isakan, lebay banget padahal cuma keinjek dikit ditambah kelindes motor tiga hari yang lalu doang pake nangis, lemah! "Heh! Kamu nga

