Part 24

1532 Words

Ruangan itu terasa begitu mencekam, sejak mendengar Aghata yang berhasil kabur membuat Aslan murka ditambah orang-orang rumah yang tak berani membuka mulut menambah kesan mencekam di ruangan itu. "Bocah sialan!" sentaknya dengan mata yang penuh dengan kemarahan. "Sabar mas-" "Diam!" Aslan membentak Aileen yang ingin menenangkannya. Menarik napas dalam-dalam Aslan berteriak memanggil semua bodyguardnya. "Cari keberadaan anak itu dan bawa kehadapan ku, bernyawa atau tidak aku tidak peduli." ucapnya kala semua bodyguardnya sudah berkumpul "Cepat!" tanpa menunggu lama semua bodyguardnya bergegas menjalankan tugasnya masing-masing. Setelah kepergian para bodyguardnya Aslan juga pergi dari sana. Athan yang melihat kepergian ayahnya hanya menghela napas panjang. "Ck, daddy mu sudah sepert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD