Ara terdiam di kamarnya, sudah hampir dua hari ia hanya berdiam di dalam kamarnya dan menunda jadwalnya untuk berkunjung ke sejumlah acara. Sampai asistennya kebingungan untuk memberikan alasan juga mengirimkan hadiah kepada bangsawan yang mengundang Ratu ke acaranya. Mia yang mengurus semua hal mengenai Ara kecuali untuk acara di luar istana ada orang lain yang mengurusnya. “Yang Mulia, ada pesan dari Yang Mulia Raja jika nanti malam ingin makan bersama dengan Anda” Ara masih diam, namun ia mendengarkan semua yang dikatakan Mia padanya. Ara menghembuskan napasnya pelan dan menganggukkan kepalanya. Ia memang berniat keluar dari kamar tapi ternyata sang Raja sudah tidak sabar dengan tindakan diamnya. Ara hanya ingin menyiapkan mentalnya lagi setelah mendengar informasi yang selama ini L

