Bagian Dua Puluh Tujuh

1233 Words

"Ra, gue kangen banget sama lo." Rivan menyentuh tanganku dan membawanya ke bibir lalu menciumi jari-jari tanganku. "Sama gue juga." Aku tersenyum manis. Bagaimana tidak, selama ini dia memperlakukanku dengan baik. Layaknya aku seorang wanita yang harus di sayangi dan dilindungi. Rivan beringsut dari posisinya lalu bersandar pada kepala ranjang. Senyum manis terukir di bibirnya. Dia masih mempermainkan jari-jari ku. "Tapi kayaknya lo gak se antusias gue." Bibirnya mencebik lucu membuatku tertawa geli melihat tingkahnya. "Masa sih?" Jawabku sembari menahan senyum. "Nyebelin banget lo." Rivan melepaskan tanganku, kemudian dia memelukku dengan gemas. Aku tertawa dibuatnya. "Eh tapi?" Ucapnya tertahan, membuatku  penasaran. Kulepas pelukannya lalu menatap kedua bola matanya yang hit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD