"Sayang, kamu kenapa? Aku 'kan lagi banyak urusan di kantor sayang," ucap Ardi lalu mendekati Sahira. "Aku pengen di dekat kamu terus sayang, calon bayi kita yang minta," keluh Sahira, dia langsung memeluk ketika Ardi berada di sampingnya. Ardi membalas pelukan itu, kemudian dia menghela napas berat mungkin semua ibu hamil memang seperti ini, batin Ardi tak sabar dengan kelakuan Sahira. "Sayang, aku mau mangga muda, kayaknya enak deh, tapi kamu petik sendiri ya di depan rumah!" Pinta Sahira dengan bola mata polosnya melihat Ardi. Kedua bola mata Ardi melotot, dia tidak mau sontak saja kepalanya langsung menggeleng, menolak permintaan calon istrinya yang menurut dia absurd. Buat apa punya banyak pekerja, kalau urusan kayak begini harus dia yang menangani, pikir Ardi. "Enggak sayang, sur

