B A B • 51

1685 Words

Sejak keluar dari mobil, Arslan berlari-lari memasuki rumah. Mengunci pintu secepat kilat, kemudian melanjutkan langkahnya yang panjang menuju kamar utama. Namun, baru membuka pintu, Arslan hanya mendapati kekosongan. “Alisha?” panggil Arslan, sedikit cemas. Ia mengecek kamar mandi juga balkon, perempuan itu tidak ada. “Alisha?” Mengitari seluruh penjuru lantai dua, istrinya tetap tidak ditemukan. Barulah, saat Arslan menginjakkan kaki di area dapur, ia mendapati perempuan berambut sepunggung itu sibuk menata piring kering. Arslan mengembuskan napasnya secara kasar, tersenyum geli. Lihatlah bagaimana efek besar yang berhasil Alisha ciptakan hanya dalam hitungan bulan. “Makan dulu, Arslan,” ujar perempuan dalam balutan gaun putih selutut itu. Arslan hanya melewati meja makan, dan te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD