Ini baru magrib, Alisha sudah terkantuk-kantuk dekat ranjang pasien tempat Aruna dirawat. Arslan baru pulang bekerja, dan sedikit menyesali dirinya yang terlambat pulang. Lihat sekarang, bagaimana perempuan ajaib itu tampak kelelahan menjaga Aruna, sementara ibu kandungnya entah kemana. Alasan takut, jelas tidak bisa menghalangi seorang ibu menjaga si anak, kan? Aliya sangat memanfaatkan sifat naif Alisha terhadap dirinya. Maka, Arslan menyampirkan jas di lengan kirinya, seraya melangkah mantap mendekati Alisha. Menepuk dua kali bahu kanan perempuan itu, hingga Alisha tersentak kaget, dan langsung menegakkan tubuh. “Kamu pulang, ya? Terus istirahat. Nggak seharusnya kamu di sini jaga Aruna terus. Udah dua harian, loh, Sha, kamu jarang istirahat.” “Nggak papa.” Arslan sudah menduga jaw

