Sudah dua hari Panji Panuluh tinggal di Padepokan Tapak Suci. Ia merasa sedikit tenang tinggal di padepokan itu, karena tidak harus berkejaran dengan waktu dan terbebas dari intaian orang-orang yang berniat tidak baik. Paling tidak ia bisa menarik napas panjang di waktu pagi, berdiri di atas bukit, sambil menatap pemandangan yang begitu elok di bawah sana. Semuanya tampak menghijau, terasa segar dipandang mata. Ki Serayu memperlakukan Panji dengan baik dan ramah. Namun, Panji tidak merasa dirinya sebagai seorang tamu yang layak diistimewakan. Tujuannya datang ke padepokan ini adalah untuk mencari ilmu dan mengabdikan diri. Ia melakukan apa pun yang ia bisa, seperti mengambil air dari sungai jernih yang mengalir di bawah bukit, memberi makan kambing dan ayam yang sengaja dipelihara oleh K

