Kuda yang ditunggangi Damar Andaru berderap menembus malam, mengarah ke ujung Desa Dadap. Rupanya ia hendak meninggalkan kampung itu sesegera mungkin. Tujuannya adalah kampung sebelah, di mana ia masih mempunyai beberapa penginapan dan warung makan. Ia tidak pernah takut akan kehabisan harta atau tempat berteduh, karena usaha penginapan yang bertebaran di mana-mana. Selain rupawan, harta kekayaan adalah pemikat yang ia punyai. Ia mempercepat laju kuda, berharap agar segera sampai. Namun, sebelum ia keluar dari batas desa, sebuah bayangan hitam berkelebat turun dari sebuah pohon, mendarat tepat di depan kuda Damar Andaru. Kemunculan yang tiba-tiba itu, membuat kuda Damar Andaru terkejut, sehingga meringkik keras, sambil mengangkat kaki depan. Damar Andaru hampir saja terjatuh, tetapi untu

