Setelah berhasil meloloskan diri dari kepungan anjing hutan di Lembah Batu Runcing, Dewi Selendang Merah dan Panji Panuluh tiba di tempat tujuan yakni, Padepokan Tapak Suci. Tempat ini terletak di atas sebuah bukit yang agak tinggi, sehingga untuk menuju ke sana mereka harus menaiki tanah-tanah berundak yang membentuk tangga. Di sekitar tanah berundak itu banyak ditumbuhi pohon-pohon tinggi tetapi berdaun jarang. Mereka tiba saat malam sudah beranjak larut, sehingga suasana di sekitar terlihat gelap. Hal itu lebih mengutuntungkan karena tak ada orang yang mengetahui kehadiran meraka di padepokan tua tersebut. Padepokan Tapak suci didirikan oleh Ki Lodaya, seorang dedengkot dunia persilatan yang lebih memilih mundur dari dari hingar-bingar dunia dan memilih menyembunyikan diri di padepoka

