Sebuah kereta kuda melaju dengan iringan-iringan pedati berisi tumpukan kain melalui jalur utara, dekat dengan pantai yang berpasir putih. Pagi menjelang siang, mentari masih belum begitu terik. Angin pantai yang semilir membuat cuaca tak begitu gerah. Di dalam kereta kuda, si saudagar pedagang kain, Damar Andaru, tampak semringah menatap jalan lurus di depannya sambil tersenyum. Suasana hatinya hari ini begitu gembira, karena ia mendapatkan seorang pengawal baru yang sempurna di matanya. Seorang gadis cantik yang pandai bertarung, yakni Cempaka Sari. Sementara Cempaka Sari menunggang kuda besar berwarna cokelat di sebelah kereta kuda yang dinaiki Damar Andaru. Sebenarnya ia tidak peduli dengan siapa ia bekerja, karena tujuannya hanya ingin pergi ke wilayah timur saja, tepatnya ke Alas Pu

