Jalak Hitam terhuyung, merasakan ada sesuatu yang menancap di punggungnya. Walau bukanlah serangan yang bisa mengancam jiwanya, tetap saja ia merasakan rasa sakit teramat sangat. Ia meringis menahan sakit, seraya berbalik arah, untuk mencari sosok pengecut yang telah menancapkan sebuah pisau di punggungnya. Nilih Surati alias Dewi Selendang Merah juga tampak terkejut dengan kejadian itu. Ia tidak menduga, kaau Damar Andaru akan berbuat senekat itu. Namun, harus diakui, Damar Andaru bertindak di saat yang tepat, saat posisinya terdesak. “Ayo kita pergi dari sini, Surati!” teriak Damar Andaru segera menarik tangan Niluh Surati. Sebenarnya Niluh Surati masih terbengong, tetapi tangan Damar Andaru segera menarik keluar dari kedai. Kedua orang itu segera keluar kedai meninggalkan Jalak Hita

