Bab 38 Pertarungan di Kedai Kopi

1410 Words

Malam belum terlalu larut ketika hujan rintik-rintik mengguyur sebuah kampung kecil di sisi selatan lereng Sindoro. Kampung itu bersebelahan dengan Desa Dadap, tetapi kondisinya jauh berbeda. Tidak seperti Desa Dadap yang ramai, kampung yang biasa disebut Kampung Pandan ini terlihat senyap. Tak banyak rumah berdiri di kampung itu, hanya dipenuhi oleh ladang-ladang yang tak terawat. Satu-satunya tempat yang lumayan ramai adalah sebuah kedai kopi yang terletak di ujung kampung, berdekatan dengan batas Desa Dadap. Di cuaca gerimis seperti ini, kedai kopi tersebut dipadati pengunjung yang sekadar mencari hangat atau beristirahat, sebelum melanjutkan ke lain wilayah. Pemilik kedai itu seorang janda muda yang cantik, dengan senyumnya yang menggoda, sehingga tak heran kedai selalu dipadati pen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD