Bab 37 Ruang Pedang

1258 Words

Tak terasa sudah tiga hari lamanya, Panji berada di pondok milik Raja Pedang Halilintar. Namun, sepertinya pendekar itu tak ada tanda-tanda untuk menularkan ilmu pedang kepadanya. Sehari-hari, ia hanya mengambil air dari sungai, memberi makan ternak, dan membersihkan halaman. Lama-kelamaan semua kegiatan itu membuatnya bosan. Ingin rasanya ia kabur dari pondok itu, kembali ke Padepokan Tapak Suci untuk menemui Ki Lodaya. Namun, ia masih berusaha untuk bersabar. Suatu siang, selepas Panji mengambil air dari sungai, ia duduk sambil menyandarkan punggungnya yang terasa lelah pada sebuah pohon beringin besar di dekat pondok. Rasanya nyaman sekali bersandar di sana, karena udara terasa segar. Angin sepoi perbukitan seolah membelai rambutnya, sehingga membuatnya mengantuk. Belum lagi suara cuit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD