Bab 109 Badai Angin dan Api

1931 Words

Elang Soka merasakan dirinya hanyut dalam pusaran badai angin dan api yang kian menguat. Ia mengerahkan segenap tenaga untuk melepaskan diri dari badai tersebut, sampai pada akhirnya ia berada pada suatu titik lelah. Ia kemudian hanya bisa pasrah dengan keadaan yang berlaku, membiarkan tubuhnya melunglai mengikuti pusaran angin. Pusaran angin itu mengempaskan dirinya ke permukaan tanah, menyebabkan tubuhnya terjerembab ke sebuah parit berlumpur di dekat semak belukar. Kepalanya terasa berputar, dengan tubuh yang seakan remuk-redam, dan kulit yang seolah mengelupas dari dagingnya. Ia benar-benar dalam keadaan yang kacau, dengan pakaian yang sobek di beberapa tempat. Ia meraba kitab yang ia selipkan di balik baju, kemudian ia bersyukur karena kitab itu masih bertahan di tempatnya. Namun, t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD