Setelah perjalanan yang cukup melelahkan selama beberapa hari, Kumbara dan Mahalini sampai juga di padepokan. Kehadirannya yang tiba-tiba, segera disambut dengan suka-cita oleh Raja Telapak Iblis. Ia memeluk putri semata wayangnya itu dengan hangat, kemudian dibimbing masuk ke dalam. Kumbara juga merasa senang dapat menyelamatkan Mahalini dalam keadaan baik. Kumbara tak mau larut dalam kegembiraan itu. Saat mereka berbahagia, ia langsung menuju kamarnya, karena ia merasa sangat letih. Ia hanya ingin merebahkan diri di ranjangnya sendiri, seperti yang sering dibayangkannya selama perjalanan. Ia masih memikirkan pertemuannya dengan Arya Balawa beberapa waktu lalu, mengenai rencana pemberontakan yang hendak dilakukan olehnya. Ia khawatir kalau recana itu benar-benar terlaksana. Parahnya, ki

