Bab 104 Ruang Putih

1456 Words

Dhanuwirya tercekat melihat Kumbara dan Mahalini yang terdiam, bak patung tak bergerak-gerak. Ia bingung harus berbuat apa di tengah dataran luas yang sunyi seperti ini. Ia melayangkan pandangan ke sekitar. Benar-benar sepi dan tak ada seorang pun di sekitar tempat itu. Haruskah ia membangunkan Kumbara agar membuka mata? Padahal saat itu Kumbara tengan berada di alam yang tak kasat mata. Kumbara merasa dirinya berada di dalam sebuah ruang serba putih, menunggui Mahalini yang masih terbaring. Sementara di sebelah dipan warna putih itu ia melihat sebuah meja kecil yang di atasnya terdapat teko air dari kristal kaca yang berkilauan serta sepiring buah-buahan. Kumbara masih berpikir, apakah yang ada di hadapannya itu nyata atau hanya sekedar tipuan? Untuk memastikannya, Kumbara berjalan mend

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD