Malam sudah menyapa bumi, tirainya perlahan menggelap, mendekap semesta dengan sunyi. Mobil Tama berhenti di depan rumah pribadinya yang berdiri megah di kawasan elite kota. Desainnya modern minimalis, dinding kaca lebar, pencahayaan hangat, dan taman kecil di sisi kanan rumah yang dirawat dengan rapi. Dari luar saja sudah terasa nuansa tenang, jauh berbeda dengan mansion keluarga Evander yang penuh aturan dan pengawasan. Begitu masuk sambil menggendong Leon, Rhea sempat terdiam. “Hmm … sepi sekali,” gumamnya pelan. Tama menaruh kunci mobil di meja dekat pintu. “Memang begitu. Hanya aku dan Leon yang tinggal di sini. Kalau pembantu, biasanya hanya datang pagi sampai sore untuk beberes. Malam, ya begini, sunyi. Hanya ada penjaga di depan,” jawabnya sambil menghampiri Rhea. Rhea menganggu

