34. Bermain Lagi

1215 Words

Membawa ke sebuah kamar yang ada di lantai satu tanpa melepaskan ciumannya pada bibir Rhea. Begitu masuk, dan menutup pintu. Tama membawa Rhea ke ranjang, menidurkan dengan hati-hati. Napas Tama terengah, begitu pula Rhea yang berbaring di bawah Tama. Keduanya saling pandang, dan terdiam ketika kabut hasrat kian menggelora. Dentuman detak jantung menjadi irama dan tarikan agar mereka meneruskan permainan. Kembali menempelkan bibirnya di bibir Rhea, melumat lembut walau dia tahu bibir itu sudah bengkak tapi dia candu sekali dengan bibir kekasihnya itu. Ciuman Tama turun ke leher lagi, lalu bermain di sekitar d**a, menghidu aroma khas di baliknya. Sementara tangannya bergerak perlahan membuka blouse yang Rhea kenakan hingga baju itu pun tanggal melewati kepala Rhea. Tama terdiam ketika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD