Keduanya lantas menoleh pada sosok tinggi semampai di ambang pintu. Suaranya yang lantang tak hanya mengejutkan Rhea dan Tama tapi juga sang asisten, lebih parahnya lagi Leon. Anak itu terbangun dan langsung duduk. Sosok itu berpakaian modis yang terbuka bagian bahu dan punggungnya, berjalan layaknya model di atas catwalk. Rambut blonde yang tergerai bebas itu bergerak mengikuti langkah cepatnya yang menghampiri ranjang di mana Tama dan Rheana berada. Wajah cantiknya sedikit berlapis make-up tebal yang membuat Rhea meringis. Di cuaca yang terik begitu, dia tidak suka make-up. “Sayang, apa yang kau lakukan, hah?” Uh! Rhea bahkan menahan mual kala suara itu melantun, menggelitik telinganya. Sayang? Manja sekali. Tapi Tama diam, terpaku. Tangannya yang masih menggenggam tangan Rhea,

