15. Ciuman Penyelamat

1243 Words

Tatapan keduanya saling bertemu lagi. Rhea tak memberikan kode apapun pada Tama selain tangganya yang bergerak perlahan di sepanjang lengan Tama. Gerakan tangan Rhea naik ke leher, area pipi, mengelus cambang yang tumbuh di sana. Lalu dengan gerakan cepat dia mempertemukan lagi bibir mereka. Tidak hanya wanita itu yang terkejut, tapi juga Tama. Apalagi ketika Rhea bergerak di bibir Tama, melumat bibirnya lembut dan menuntut. Kedua tangan gadis itu bergerak perlahan. Tama tahu, Rhea bermaksud mengusir wanita itu tapi dia dengan senang hati menyambut Rhea yang kian membasahi bibir mereka. Wanita itu tak bergerak, menatap dengan wajah merah padam, amarahnya belum mencapai ubun-ubun sepertinya, kedua tangannya yang mengepal erat membuatnya bertahan di sana. “Sialan!” Rhea mengumpat dalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD