16. Nggak Mungkin Anaknya Papi

1158 Words

Rheana seperti biasa, dia sibuk di rumah sakit. Kala unit gawat darurat ramai, dia harus siaga. Ada kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa kendaraan di dekat rumah sakit. Rheana membantu mengkategorikan semua pasiennya, dan mengirim korban itu ke departemen sesuai luka yang didapat. Dia sibuk di instalasi gawat darurat, banyak orang di sana, riuh. Tapi gadis itu tetap tenang. Dari kejauhan, Tama memperhatikan. Sudah beberapa hari Rheana sibuk di IGD, dia jadi sedikit teranggurkan. Tama kesal, tapi dia memilih tetap di sana meskipun sudah waktunya pulang. Ibunya cerewet, memaksa Tama untuk datang dan menepati janjinya. Tapi Tama terus mengundur pertemuan itu dengan alasan masih sakit. “Bagaimana caranya membawa dia untuk ke pertemuan itu?” Tama berpikir. Dari kejauhan dia melihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD