11. Ayo Nikah

1205 Words

Hari-hari setelah itu, Rhea mendapati Tama makin sering berulah. Dia minta dipindah ke UGD, atau ke mana saja Rheana berada. Kadang mengeluh sesak napas saat Rhea piket malam. Pernah sekali, dia berdiri di lorong dengan alasan mencari toilet, padahal di ruangannya sendiri toiletnya luas dan komplit isinya, bisa-bisanya dia membuat alasan konyol. Tidak hanya itu, Ama juga sering sekali kelayapan, bahakan dia muncul di ruang istirahat dokter dengan dua cup kopi hangat. Tidak sedikit staf rumah sakit yang diberi kopi, makanan, dan lainnya sampai mereka menyanjung Tama hingga setinggi langit. Rheana lah yang menanggung malu atas perbuatannya itu. Menyebalkan sekali. Lukanya sudah hampir kering, seharunya Tama sudah pulang tapi dia ngeyel masih sakit. Tidak ada yang berani membantah itu sebabn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD