10. Kecup Singkat Selamat Malam

1214 Words

“Sepertinya obat tak mempan untukmu, ya, Tam?” Rheana melipat kedua tangannya di depan d**a kala kedua mata Tama terbuka sepenuhnya. “Tidak, seperti biasa. Hanya mempan beberapa menit,” jawabnya santai. Walau matanya sayu, dia tidak terpejam lebih lama. Entah bagaimana, dia merasa tak mendapatkan ketenangan dalam tidurnya. “CK! Kau harus istirahat, Tuan muda. Atau tubuhmu kolaps,” katanya dengan nada perintah. “Di bawah jam 12 malam, aku nggak bisa, Rhea. Kecuali ada yang nina boboin aku,” katanya manja. “Gila. Bocah.” “Memang. Momy, susu.” Mata Rheana membulat, menatap tajam pria itu yang kian lama kian menyebalkan saja. “Nggak usah gila sialan!” Rheana mengumpat. Dia menyilangkan kedua tangannya di depan d**a, melindungi aset kembarnya yang bahkan tak terlihat menonjol di bali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD