"Bangun! Bangun!"
Saat aku membuka mata, Om Prabu sudah berada di sebelahku ranjangku. Menikah dengannya aku pikir hanyalah mimpi burukku, tetapi nyatanya bukan sekedar mimpi, ini sungguhan.
"Siapkan makanan untuk saya."
Aku melirik ke arah jam dinding, ini masih jam empat pagi. "Nanti. Warung nasi uduk Mbok Lili belum buka."
"Tapi saya sudah lapar," Om Prabu menarik tanganku, memaksaku agar aku terbangun dari tidurku, "bangun. Diranjang saya enggak dilayani, masa makan pun juga enggak dilayani."
Dih.
Pagi-pagi sudah membahas pelayanan di ranjang.
"Aku masih ngantuk tahu. Semalam tahu sendiri, aku baru tidur jam dua malam karena kita berantem mempermasalahkan batas ranjang."
Om Prabu berdecak sebal lantas dia turun dari ranjang. Amanlah, aku bisa tidur dengan nyenyak. Namun, tidak lama kemudian tidurku kembali terganggu.
"Apaan sih!?" ucapku tidak terima saat Om Prabu mengusapkan air ke wajahku, "ganggu terus."
"Bangun atau saya gendong dan guyur kamu di kamar mandi?"
Kan, sudah kelihatan nih sifat-sifat kejamnya.
Jam empat pagi mau guyur istri.
Memang enggak berperikemanusiaan.
"Saya enggak bercanda," ucapnya tegas.
Yaudah, iya. Aku mengalah. Aku memilih bangun dari tidurku dan bergegas ke rumahku. "Mau masak di mana?" tanya Om Prabu saat aku membuka pintu bagian depan rumahnya.
"Di rumah aku lah. Alat masak aku kan ada di sana."
"Masak di sini, Luvita!" ucapnya sambil melotot. Seram banget sih. Aku berasa benaran dipaksa masak.
"Iya, iya," aku berbalik badan dan berjalan ke arah dapurnya. Aku menyalakan kompor, "kok kompornya enggak ada apinya?"
"Kompor digital. Nanti bagian atasnya panas itu."
"Masa sih?" tanyaku tidak percaya. Untuk membuktikannya aku meletakkan jariku di bagian atas kompor itu, "aduh! Iya panas! Sakit banget! Melepuh!"
Dia mengambil jariku lantas mengelusnya pelan. "Hati-hati! Begitu aja udah cidera!" ucapnya lantas meninggalkanku sendirian di sini.
Seharusnya dia menemani aku di sini, siap siaga kalau aku butuh sesuatu. Letak penggorengan, piring, dan sendok aja aku enggak tahu dimana. Kalau mau meninggalkanku di dapur, minimal kasih tahu tempat-tempat alat masaknya dululah.
Namun, aku salah.
Nyatanya Om Prabu kembali dengan sebuah obat di tangannya. Dia menyuruhku untuk duduk dan dengan telaten dia mengoleskan salep itu ke jariku yang masih memerah.
"Jangan melukai diri lagi," Om Prabu tiba-tiba mengusap kepalaku, "masak sana. Saya tungguin di sini."
Aku bangun dari duduk dan berjalan kembali ke arah kompor. "Jangan cuma dilihatin, bantuin juga dong. Aku effort masak jam 4 pagi buat Om."
Sebelah alis pria itu menukik tajam. "Mau masak telur ceplok saja harus saya bantu?" tanyanya.
Sial.
Kok dia tahu aku cuma mau masak telur ceplok.
"Satu lagi," Om Prabu berdiri tepat di belakangku, "stop panggil saya Om."
"Om memang Om-om kan? Masa enggak mau mengakui kalau sudah tua."
Tangan pria itu mengusap bahuku. "Saya enggak suka panggilan itu," ucapnya.
"Yaudah, iya, Pak," ucapku sambil memasukkan satu butir telur ke penggorengan.
"Ya, memang saya bapak dari anak-anak kamu nanti, tapi panggilan itu kurang cocok. Terlihat kaku dan kurang romantis."
Aku berdecak sebal. Mematikan kompor lantas berbalik badan sehingga kami berhadapan. "Inggih, Mas."
Dia tiba-tiba tersenyum dan kali ini dia melayangkan kecupan di puncak kepalaku. "Panggil saya itu. Saya suka," ucapnya lantas kembali duduk di kursi meja makan.
Dasar.
Main perintah sepihak.
Jujur, agak geli panggil dia Mas, lebih enak panggil Om.
Tapi ya gimana. Aku lagi enggak mood berantem pagi-pagi.
Teruntuk yang mau baca cepat, aku udah publish satu buku full di k********a.
Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)
Terdiri dari:
Full E-book (Lengkap)
Part Ke-1 sampai Part Ke-55 (Ending)
Total 55 Part ; 215 Halaman
Hanya dengan Rp46.000 kalian bisa akses semua itu, tanpa menunggu.
Cara Pembelian:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Get A Cruel Husband? _ TheDarkNight_)
3. Setelah ketemu, scroll ke bawah sampai menemukan harga jual karya tersebut. Harganya Rp46.000.
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, Shopeepay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Jika ada pertanyaan boleh chat admin aku 085810258853
Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)