“Risa?” Risa menelan ludahnya, berusaha tersenyum meski sosok yang menyapanya di seberang sana jelas tidak dapat melihat seperti apa dirinya saat ini. Risa hanya berjaga-jaga, berusaha agar suaranya tidak terdengar seperti suasana hati yang sedang dirasakan Risa saat ini. “Hm? Ada apa, Om? Tumben telepon.” Balas Risa, terdengar sesantai mungkin. “Ah, saya nggak ganggu kamu, kan?” “Nggak kok, Om. Nggak sama sekali.” Divan tersenyum di kamarnya. Pria itu memang sudah berada di rumah, sudah membersihkan diri dan sudah melakukan semua urusannya hingga kini tengah bersantai di ranjang. Dan tiba-tiba keinginan untuk menghubungi Risa muncul, itu kenapa mereka berada di tengah sambungan sekarang. “Kamu udah makan malam?” “Eum, udah. Om sendiri?” “Saya juga udah.” Keduanya terdiam. Sejujur

