"Pagi anak-anak." Divan menyambut kedua putranya yang baru turun dari kamar masing-masing dan langsung menuju meja makan dengan senyuman. Pria itu kembali ke kitchen set dan mengambil beberapa menu sarapan yang sudah ia buat. Yah, sejak kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa lagi, Divan menyempatkan diri untuk membuatkan sarapan anak-anak sebagaimana biasanya. Karena Bibi penguruh rumah akan datang siang dan mengurus sisanya, jadi setiap pagi Divan-lah yang akan disibukan dengan beberapa urusan rumah tangga. Yang jadi masalah sekarang, setidaknya menurut putra bungsunya—Rafa, aura yang dikeluarkan Divan saat ini benar-benar berbeda dari biasanya. Apa yang Rafa lihat saat ini, mengenai papanya membuat remaja itu menaikan sebelau alisnya heran, tak bisa menahan diri untuk akhirnya bi

