“Siapa, Risa? Kalian lagi bicarain apa?” Ayah hadir di tengah-tengah istri dan putrinya, menatap keduanya bergantian. “A-ah itu... anu, Mas. Risa...” Ibu terlihat kebingungan menjawab, menatap suami dan putrinya bergantian sebelum bicara pada Risa dengan gerakan bibirnya tanpa suara. “Biar Ibu bicara sama Ayah dulu, kamu—” Sayangnya untuk kali ini saja rasanya Risa tidak bisa mendengarkan ucapan ibunya. Maaf untuk itu, tapi Risa rasa kalau Risa mengulur waktu lagi maka akan sulit lagi untuk membawa topik ini kepermukaan. “Laki-laki yang mau Risa nikahi, Yah. Risa dan Ibu lagi ngomongin soal laki-laki yang mau Risa nikahi.” Ruangan seketika hening, bukan karena ayahnya yang tampak terkejut tapi juga karena sang ibu yang kehilangan kata-kata begitu mendengar kalimat dari putrinya. “K-ka

