Hari itu sudah beberapa minggu berlalu sejak Risa turun dari mobil Divan dengan sikap gadis itu yang membuat Divan bingung. Sejak hari itu juga Divan tidak pernah lagi menjemput atau mengantar Risa seperti hari-hari sebelumnya. Awalnya mereka memang masih suka bertukar pesan untuk sekadar menanyakan apakah Risa mau diantar atau dijemput, tapi balasan Risa yang selalu mengatakan bahwa dirinya sudah pulang atau bahkan akan menginap di kosan sahabatnya membuat Divan tidak memiliki kesempatan untuk bicara lebih lanjut dengan gadis itu lagi. Perlahan tapi pasti jarak itu terbentuk, bahkan beberapa hari terakhir mereka kini sudah benar-benar tidak bertukar pesan lagi. Benar-benar putus begitu saja tanpa kabar. “Hahhh...” Helaan napas keluar dari mulut pria itu tanpa sadar setelah Divan membac

