“Selamat pagi, Pak Divan. Hari ini jadwal Pak Divan ikut meeting dengan sutradara dan tim produksi, lalu siangnya Bapak hanya perlu duduk di kantor memeriksa beberapa laporan, dan setelah jam makan siang—” “Kosongkan jam makan siang saya ya, Ras? Saya nggak ada janji makan siang dengan siapa-siapa, kan?” “Eh?” Kerut di dahi Laras muncul, melihat baru kali ini atasannya itu meminta permintaan khusus macam itu. Ah, tidak sih. Beberapa kali tentu pernah, tapi biasanya bos-nya itu akan mengatakan apa alasannya langsung, tanpa perlu Laras menanyakannya. Sepertii... “Saya akan makan siang dengan anak-anak” misalnya, dan kali ini Divan belum mengatakan apa pun, belum lagi setelah diamati ada yang berbeda dari ekspresi Divan saat ini, yang otomatis membuat Laras menyipitkan matanya curiga setel

