Gadis itu nampak terdiam saat mendengar alasan yang disampaikan pria dewasa di hadapannya. Masuk akal, dan memang itu yang paling mudah untuk dipahami dibanding alasan lain dalam situasi seperti ini. Dan sebenarnya gadis itu juga tidak baru mendengar hal itu pertama kali, karena kalau tidak salah saat berkeras mengantarnya kemarin pun, laki-laki dewasa di dalam mobil itu juga menggunakan alasan yang sama. “Eum... kalau begitu saya berterima kasih sekali karena Bapak sudah mengkhawatirkan saya dan memikirkan saya seperti anak sendiri.” Ucap gadis itu, meringis kecil karena dirinya sendiri bingung sebenarnya harus berterima kasih atau merasakan hal yang lain karena kejadian ini. Keduanya terdiam untuk beberapa saat, seolah tengah sibuk dengan pikiran masing-masing dan tidak tahu harus mel

