“Sa!” Karlina menarik lengan Risa dan menghentikan gadis itu yang tengah berjalan tanpa menyadari keberadaannya sebelumnya. “Hei, Na, Wi. Pagi. Tumben kok kamu dateng pagi-pagi banget kali ini?” Risa menyapa dengan senyum ramahnya seperti biasa, tanpa melihat ada kecurigaan sama sekali dengan raut wajah Karlina yang sudah terpasang amat serius. “Mata kuliah kita masih satu jam lagi, dank arena kosan kamu deket biasanya kamu bakal dateng mepet-mepet.” Risa masih terlihat seperti biasa, bergurau meledek sahabatnya itu. Desahan yang keluar dari mulut Karlina dan palingan wajah gadis itulah yang kemudian menyadarkan Risa bahwa ada yang sedang tidak beres dengan semuanya. Baik Karlina maupun Tiwi, yang juga berada di sana serentak memalingkan wajah darinya ketika Risa selesai bicara tadi. R

