“Menemani Rafa?” Posisi duduk Divan yang semula tidak begitu tegap seketika mengambil posture sempurna, begitu nama putranya disebut dalam pembicaraan mereka. “Hm, Mas Farrel yang katanya pulang cempat ingin menjemput dan menemani Mas Rafa makan siang karena kasihan kalau Mas Rafa makan siang sendiri hari itu.” Tidak. Ada yang janggal di sini. Bukan hanya alasan yang Farrel katakan kalau hari itu dirinya pulang cepat dari sekolah, karena seingat Divan dalam pembicaraannya dengan sang putra sulung Divan hanya meminta Farrel untuk mengambilkan dokumennya dan kembali ke sekolah setelah mengantar dan menitipkannya ke meja resepsionis setelah mendapatkan izin dari guru Farrel jika memang hanya untuk itu. Satu hal yang aneh lagi juga karena kedua putranya sudah biasa jika harus makan sendiri

