18 | Damn

1409 Words

"Tapi sentuhan aku serius, Bang." Aylin bicara, yang Baja tatap wajah putri Jayakarsa, memerah di pipi, sayu di mata. "Aku nggak pernah main-main ... termasuk soal perasaan." Bahkan tutur kata itu dilontar tak seperti sosok Aylin yang biasa. Mata tajam Baja memindai gadis ini, bahkan Baja mencondong maju, membuat Aylin yang mendongak itu agak mengerjap, tetapi kemudian kerjapannya usai dengan sorot sensual. Wajah Baja semakin dekat, khususnya di rahang. Aylin refleks menutup mata. Merasakan benturan napas panas pria yang dia kira Mahareno di wajahnya. "Kamu mabuk." Baja membisik, melihat ada minuman di meja walau tak terlihat seperti bir. Kening Aylin mengernyit. Dia lalu geleng-geleng, pun senyum. Tidak. Aylin tidak mabuk, Aylin sadar betul bahwa yang berdiri di depannya adalah so

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD