Aylin memekik refleks, kaget dengan keberadaan Baja di dekat pintu. Belum lagi saat pintunya Baja tahan hingga sulit Aylin tutupkan, lalu sorot matanya seperti akan menerkam. Tapi tenang, Baja cuma mau bilang, "Di luar ada kamar mandi lain, kan? Mas mandi di sana, kamu jangan lama di sini, ya. Langsung wudu, kita salatnya jemaah." Sudah, itu saja. Baja pun melenggang selepas mengambil handuk dan pakaian ganti dari ransel. Well, baru sadar kalau lelaki itu ke sini bawa-bawa tas gendong. Tapi itulah yang dibawa dari rumah Maharani. Aylin lanjut dengan kegiatan yang terjeda tadi. Mandi. Di luar, Baja tidak mendapati seorang pun pada area lantai dua. Dan tanpa bertanya, Baja mencari tahu sendiri letak kamar mandi. Tidak sulit rupanya, lekas Baja masuk ke situ. Membersihkan diri. Begitu b

