20 | Papa Katanya

1410 Words

Kosong. Maharani heran tak menemukan sang sobat di sisinya. Oh, mungkin Aylin sudah bangun lebih dulu dan keluar. Soalnya pintu kamar mandi di sini juga terbuka, tak ada tanda-tanda Aylin. Meringis sebentar, Maharani bangun sambil memegangi kepala. Dia lalu menyingkap selimut. Menoleh ke kiri dan kanan untuk mencari ponsel—oh, iya, sepertinya di ruang tengah. Langkah Maharani pun menuju ke tempat itu. Sunyi. Ke mana sobat gaulnya ini? Masa pulang, sih? Nggak pamit dulu? Apa Maharaninya yang terlalu pulas, ya, jadi Aylin tak sampai hati membangunkan? Lho! "Ini hape si Markulin," gumam Maharani ketika sedang meraih ponselnya sendiri di meja. Artinya sang sobat masih di rumah ini. "Lin?" Agak teriak memanggil, mata Maharani juga mengedar. Sepi. Di luar atau kamar mandi dekat dapur k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD