44 | Harus Merasa Puas

1910 Words

"Pi? Ngelamun?" Rea letakkan secangkir minuman herbal untuk papi Aylin di meja. Jaya pun menoleh menatap istrinya, ada helaan napas pelan yang lalu dia keluarkan sebelum menjawab, "Aylin, Mi." "Kenapa Aylin?" "Kiss." Singkat dan padat. "Aylin kiss?" Alis Rea naik sebelah. "Sama siapa? Ini Papi lihat atau ... apa maksudnya?" "Hm. Sama Baja." "Lha, ya, nggak pa-pa. Kan, itu suaminya." Benar. Tidak apa-apa. Jaya juga tahu itu. "Dulu pun Papi cium-cium anak orang yang udah Papi peristri, kan? Mami, nih. Tuh, sampai lahir Aylin dan Januar." Of course nanti siklusnya akan sama, akan ada anak-anak yang putri Jaya lahirkan, darah daging Baja. Sebenarnya memang tidak apa-apa, itu bukan masalah. Hanya sedang merasa-rasa perasaan yang sulit dipahami akhir-akhir ini saja. Soal anak yang sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD