41 | Deg-degan

1803 Words

Hening, padahal beberapa saat lalu kamar Aylin berisik total dengan suara-suara yang baru kali itu dia kenal. Entah dari lisannya, entah dari embusan napas Baja yang kerap menggeram, juga dari tabrakan antar kulit yang sangat mengkhawatirkan bisa kedengaran sampai ke luar. Kini Aylin rebah berbantalkan lengan alot laki-laki, posisi memunggungi karena malu kalau menghadap ke sana. Inginnya, sih, berselimut. Tapi sungguh Aylin tak berdaya, Baja dengan segala tingkahnya menyedot semua energi di tubuh Aylin hingga sekadar buat ambil selimut saja dia kesusahan. Baja sendiri tampak perlu diam dulu, atur napas, atur kekuatan. Baru saja melepas jutaan sel anak bangsa yang entah sudah berapa lama tak disetorkan pada tempatnya. Di sini Baja sudah bekerja keras, sekarang giliran sel-sel kecilnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD