42 | Tidak Adil

1926 Words

Malam terasa panjang dan Aylin rasa ini malam tersibuknya. Jam sepuluhan baru tidak ada lagi kegiatan. Sekarang sama-sama sudah naik lagi ke kasur, tetapi belum sampai tertidur. Kantuknya pergi. Alhasil, Aylin menyalakan televisi. Baja juga ikut menonton. Film horor komedi, tahu serial Poci Mumun, kan? Tapi yang biasanya Aylin tertawa kalau nonton itu, ini tidak. Ya, ini bukan kali pertama dia menonton film lawas. Biasa nonton sama Maharani. Sekarang sama papanya. Aylin melirik Baja. Rambut Aylin sudah ditiup hair dryer jadi tidak basah lagi, sekadar info. Baja sendiri juga tidak tertawa, padahal ini film lucu pol waktu Aylin nonton sama putri sambung beliau. Kenapa, ya? "Kamu tadi sebelum makan sempat wudu?" Tiba-tiba sekali. Itu pun bahas hal-hal yang sudah lalu dan di luar pred

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD