Aylin jongkok tepat di sisi pria yang mengaku bahwa gundukan tanah ini adalah kuburan anaknya. Di batu nisan memang jelas tertera nama Baja Isander Pribumi sebagai 'bin' dari anak itu, dan tahun wafat anak ini sudah berlalu cukup lama. "Kenapa nggak cerita dari awal?" Aylin mengulang tanya. Baja jongkok lagi menyetarai tinggi Aylin, menatap istrinya sesaat. "Awal dari kita itu sekarang, Lin." Ini menjelang jam lima sore. "Sebelum menikah, Om." Benar. Sebelum menikah adalah awal dari hubungan mereka yang sesungguhnya. Baja manggut-manggut, menyingkirkan helai daun kering dari tanah makam. "Akan berbeda kalau hal ini dibahas saat itukah? Misal, kita nggak jadi menikah?" "Ini bukan masalah besar bagi aku, sih. Ya, pasti jadi-jadi aja. Tapi mungkin aku nggak akan sekaget ini kalo Om cer

