16

706 Words

Naysilla terbangun dengan kedua tangan yang masih menyatu dengan tangan Fina. Dia merasakan sebuah selimut membalut dirinya. Padahal seingatnya, tadi saat ia tertidur tanpa selimut. Sesaat Naysilla menengok, Nolan tengah tertidur pulas dalam posisi duduk persis seperti dirinya. Dengan kepala tergeletak di pinggir ranjang Fina. Lamat-lamat ia pandangi wajah Nolan. Lengkungan bibirnya indah, hidungnya mancung, pipinya merah merona. Demi apapun, dia terlihat lebih tampan kalau lagi diam. Boleh jadi karena biasanya ia petakilan, alias hiperaktif. Sekalinya diam hanya saat ia sedang tertidur, seperti sekarang. Heran, kenapa dari dulu Naysilla tidak pernah suka dengannya? Tapi, kalian jangan heran. Namanya juga hati, tidak ada satupun yang bisa mengaturnya. Termasuk si pemilik hati itu sendiri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD