mati untuk bertemu lagi
"crip...crip...crip..." (suara burung)
Eliza POV
"hemm..?"
"gw dimana? ini surga apa neraka sih berantakan banget" maki gw didalam hati. ya gimana nggk marah cobak ni tempat udah kayak kandang ayam, udah berantakan bau lagi.
"tapi kok...ANJIING!"
"ini kamar gw b*****t! nggk gak mungkin ini pasti mimpi" seketika gw langsung keluar dari ruangan yang persis kayak kamar gw saat gw masih tinggal sama ortu. dengan kecepatan kilat gw langsung turun kedapur dan disana gw ngelihat sosok yang dulu gw selalu hindari ya.. dia adalah mama gw.
gw harap ini bukan mimpi. teriak hati ini.
Author pov
seorang perempuan yang kira-kira berusia 30 tahunan kini tengah memasak untuk keluarga kecilnya. dengan telaten ia mulai menggoreng ikan kesukaan anak gadisnya yang ia pikir masih tidur meski kini adalah hari pertamanya disekolah barunya.ia terus membolak balikan ikan diwajan hingga sebuah tangan memeluknya dari belakang yang membuat ia kaget dan ingin mengeluarkan kata-kata mutiara yang sudah hampir keluar tapi tertahan ketika ia melihat orang yang memeluknya kini sudah mengengeluarkan cairan bening dari matanya.
"hei Eli sayang kenapa kamu nangis? cobak bilang siapa yang buat kamu kayak gini nanti bakal mama hukum orangnya?!" celoteh mama Eliza.
"enggk ma, Eli cuman kangen mama.seenggak nya Eli masih bisa ngeliat mama sebelum Eli pergi kesurga nanti mam.. au sakit tau maa! ihh ngapain Eli dipukul sih?! mana dikepala lagi gak GK lucu kalau nanti gagar otak"
"biarin aja! habisnya kamu ngomong kok yang aneh-aneh pakek bawa-bawa mati lagi! mama itu tau kamu GK suka tinggal dijakarta,tapi gak usah gitu juga kalik,pamalik tau"
"ihhh mama ini! ehh tunggu ma Jawa dengan jujur sekarang tanggal berapa?!"
tanya Eli dengan wajah serius.
"apaan sih kamu ini dari tadi kok ngomong yang aneh-aneh. udah deh jangan bercanda dulu mending tu yaa kamu sekarang siap-siap dandang yang rapi terus berangkat sekolah sama papa yaa. kamu GK lupa kan kalau sekarang hari pertama kamu sekolah?" selidik mama Eli.
seketika Eliza mematung saat ia mendengar kata sekolah. seperti kaset yang rusak ingatan Eliza mulai tumpang tindih dan kepala nya mulai sakitt hingga ia mulai berteriak.
"ahhkk! maa kepala Eli sakit?!" teriak Eli pada mama nya. seketika mama Eli langsung berlari menuju Eli setelah mematikan kompornya.
"sayang kamu kenapa?! mana yang sakit?!"
seketika kepala Eli tidak pusing lagi bahkan seakan- akan pusing yang baru sedetik tadi ada seakan- akan tidak pernah terjadi.
"lahh malah diem ni anak.eli kamu kenapa?! bilang kemama!"
"ehh,enggk ma udah mendingan kayak nya kepala eli.kalau gitu Eli siap-siap dulu ya?!' dengan sekuat tenaga Eli berlagi keluar dari dapur dan menyisakan ibu Eli yang memandangi kepergian Eli dengan kawatir.
"brakk!" (suara pintu tutup)
"huhh! hp gw butuh hp!" setelah mencari- cari sekitar 2 menit akhirnya Eli menemukan hp nya dan betapa kaget ya Eli saat ia melihat tanggal yang tertera pada layar ponselnya.
"kamis 25-05-2020 ?! gak mungkin! GK ini pasti mimpi" gumam Eliza.
"GK mungkin..seharusnya gw udah mati tapi kenapa..? gw yakin banget mobil gw nabrak pembates jalan, tuhan rencana apalagi ini?" dengan kekuatan yang masih tersisa Eli mulai berjalan ke kamar mandi yang ada didalam kamar nya dan ia hanya bisa menghela nafas saat ia melihat pantulan diri ya didalam cermi .
"gw gak tau kenapa dan gimana caranya gw bisa kembali ke 7 tahun yang lalu tapi gw GK akan nyianyiain kesempatan ini ! "
dengan tanggan terkepal sempurna sebuah senyum percaya diri? terbit di bibir kecil gadis itu. sebuah senyum yang mengandung banyak arti namun juga mengandung luka. dengan langkah mantap Eliza mulai mandi dan bersiap-siap untuk memulai lagi cerita yang harus ia ubah.
.
.
.
.
.
.
sementara itu ditempat lain yang amat jauhh tepatnya disebuah pemakam umum. didepan batu nisan yang tertuliskan nama Eliza Queen Natalia
berdirilah sosok yang menggunakan setelan hitam,laki- laki itu membawa payung ditangannya. Meski hujan turun dengan ringan tidak menutup kemungkinann hawa dingin masih dapat terasa. meski tertutup payung masih dapat diketahui bahwa ia adalah laki-laki yang dilihat Eliza saat acara reuni sekolah sebelum ia meninggal dunia.
dengan tatapan sayu seperti habis menangis laki-laki itu masih kekeh berdiri didepan kuburan Eliza meski para ajudannya sudah berusaha membujuk laki-laki itu, hingga teriakkan dari sang kakak perempuannya dari dalam mobil yang terparkir dipinggir jalan pemakaman meluluhkan egonya. dengan tatapan bersalah laki- laki itu mengucapkan kata-kata yang sudah ia pendam selama hampir 7 tahun kepada pemilik kuburan yang ada didepannya.
dengan langkah goyah sosok tinggi itu mulai meninggalkan area pemakaman tapi sayangnya laki-laki itu kehilangan keseimbangan hingga membuat ia jatuh tepat didepan makam Eliza, dengan tangan yang memegang d**a kanannya ia melihat makam didepannya.
sebuah senyum kecil muncul disudut bibir laki-laki itu dan bahkan dirinya sendiri tidak sadar akan itu, meski jantungnya amat sangat sakit tapi ia tidak mau meninggalkan makam Eliza bahkan ketika pendengarannya mulai kabur dan dadanya sesak ia tetap tidak mau meninggalkan kuburan itu. dan perlahan tapi pasti mata laki-laki itu mulai menutup hingga teriakkan kakak perempuan nya menggema dikuburan bersamaan dengan turunnya hujan yang seakan - akan ikut bersedih atas kepergian dari sosok itu.
bahkan para ajudan yang setia mengikuti bos mereka,tidak sanggup menahan tangis juga.