Malam harinya. Rasa dingin mengigil melanda tubuh Melanie saat ini. Peluh menetes di kening, namun peluh itu dingin terasa. Ibu tirinya keluar masuk kamar Melanie dengan paniknya. Sesekali ia membawa baskom berisi air dingin untuk menurunkan demam Melanie yang meninggi. “Bagaimana keadaan Melanie, bu?” tanya ayah Melanie kepada istri sekaligus ibu tiri Melanie. “Tak tahu, pak. Demamnya begitu tinggi,” ujar sang ibu yang terlihat kebingungan. “Hmn,,, apa dia terlalu banyak berpikir,” pikir sang ayah yang mencoba menerka apa yang terjadi pada putri semata wayangnya. “Tidak tahu, Romo. Apa Lanie belum tahu mengenai surat itu?” Tanya sang ibu. “Aku belum membicarakan mengenai surat itu kepada Lanie. Aku juga tak mengijinkannya pergi jauh dari sini.” Tegas sang ayah yang memincingkan

