Jackson menatap langit gelap bertutup awan hitam. Bahkan bintang-bintang tidak ingin menampakkan dirinya, seolah sejalan dengan suasana hatinya saat ini. Embusan angin malam disertai gerimis mulai membasahi jalanan. Jackson terus berjalan setelah sampai di bibir pantai. Perasaan kacau dan hancur menelusup ke dalam hatinya saat ini. “Maita, engkaulah cinta pertamaku. Aku tak ingin ada cinta ke dua di dalam hatiku selain dirimu. Janji yang kita ucapkan lima tahun lalu seolah hanya kiasan saja. Tak ada rasa, tak ada cinta lagi saat ini. Haruskah aku berjuang sendiri, dalam gersangnya hati ini?” Jackson berlutut di bawah guyuran air hujan yang kian lebat. Bayangan Maita menerawang di dalam angan-angannya saat ini. Pandangan Jackson tertuju kepada gelungan ombak yang menyentuh bibir pan

