Lily langsung menuju ruangan Edwin setelah menyetujui permintaan Riko sebelumnya yang meminta agar ia untuk ikut makan siang bersama. Wanita itu sudah memikirkan dengan matang atas keputusan yang telah dia pilih. Ya, lebih baik ikut dengan Riko daripada ia harus melihat dua insan yang tengah dimabuk cinta, yang ada di dalam ruangan Edwin. Lily menghela napasnya panjang berkali-kali saat mendengar sesuatu hal yang tidak seharusnya ia dengar. Ia tidak heran, karena sudah tahu orang yang ada di dalam sana. Sakit hati tentu saja ia rasakan. Bagaimana tidak, suaminya benar-benar tidak bisa menghargai dirinya bahkan pernikahan mereka. Tidak ada harapan bagi Lily jika Edwin terus bersikap acuh tak acuh seperti ini. Sekarang ia harus mengambil langkah agar suaminya menyadari akan cinta yang ia mi

