Lily dan mimpi buruknya

1108 Words

"Maksud dari poin pertama adalah, kita akan menjalani pernikahan tanpa mengurusi urusan masing-masing. Kau bebas melakukan apapun, begitu pula sebaliknya. Kau tenang saja, kau akan mendapatkan uang bulanan selama tinggal di sini sebagai nafkah. Untuk berangkat kerja, kau naik angkutan umum seperti biasanya, aku tidak ingin orang lain tau mengenai pernikahan kita. Apa kau paham?" Tanya Edwin dengan dingin untuk memastikan, bahwa wanita yang ada di hadapannya itu mengerti dengan apa yang ia jelaskan. "Poin kedua, kau bisa mengajukan perceraian sebelum satu tahun, tapi tidak kurang dari enam bulan," ucap Edwin yang kembali menjelaskan poin-poin yang ada di atas kertas tersebut. Sedangkan Lily sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Ia tidak mengerti dengan kehidupan yang akan ia jalani setelah i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD